Translate

Kamis, 07 Juni 2012

CERAMAH BULAN SUCI RAMADHAN

                                              
                                                 

Assalam alaikum wr. wb.
Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT. Karena atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nyalah kita masih diberi kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul bersama-sama ditempat yang suci lagi mubaroqah ini. Tak lupa shalawat dan salam kita haturkan kepada nabi kita Muhammad SAW. Beserta keluarga dan para sahabat karena atas perjuangan merekalah agama kita ini agama islam masih bisa berdiri sampai saat ini. Adapun judul ceramah yang akan saya bawakan pada kesempatan ini adalah “keutamaan salat berjamaah di mesjid”.
Sidang jamaah tarwih yang dirahmati Allah SWT. Salat berjamaah di mesjid merupakan suatu keharusan terutama bagi kita muslimun mikminun kaum pria, dan kaum wanita lebih utama di rumah. Memang secara qodrat pria dan wanita memang berbeda, tatapi derajatnya di mata Allah sama. Nah bagaimana kalau dengan salat berjamaah di rumah bersama keluarga? Ya, Rasullulah SAW.juga punya keluarga istri dan anak, para sahabat juga punya istri dan anak, tapi Rasullulah SAW. dan sahabat semua ke mesjid. Artinya selama suami atau ayah kita ke mesjid sebanyak itu pula Allah beri keberkahan bagi keluarga yang ada di rumah, walaupun dalam hal ini wanita tidak dilarang untuk ke mesjid. Subhanallah bijaksana sekali Allah SWT.
Sidang jamaah tarwih yang dirahmati Allah SWT. Mesjid adalah rumahnya Allah baitullah, tidak heran orang-orang yang mencintai Allah sangat senang dengan rumah Allah, mengunjungi rumah Allah bersilaturahim kepada Allah SWT. sampai Rasullulah SAW. mengingatkan kepada kita berita gembira bagi mereka dihari kiamat yang gemar ke mesjid dengan bahasa “qalbuhum mualakun bil masahajid” jantungnya orang beriman itu ada di mesjid, tidak heran dia hanya betah di mesjid. Tidak heran bumi ini menjadi mesjid baginya, karena senangnya ke mesjid, rumah bahkan hotel menjadi musholah baginya, tempat dia berpijak adalah hamparan sajadah, kalau dia bicara da’wah, kalau dia berdiam berdzikir, nafasnya tasbih, matanya rahmat, telinganya terjaga, pikirannya baik sangka, tangannya sedekah, kakinya jihad, kekuatannya silahturahim, hatinya diam-diam berdoa, rinduannya tegaknya syariat islam, tauladannya nabi Muhammad SAW. ,cita-citanya syuhada, kesibukannya asyik perbaiki diri, bumi benar-benar menjadi mesjid baginya.
Keberkahan demi keberkahan akan diraih bagi mereka yang senang ke mesjid, bagaimana tidak berkah, kakinya saja belum ke kampus, ke pasar, lebih dahulu dia langkahkan kakinya ke mesjid sehingga kakinya penuh dengan keberkahan karena masuk rumah berkah mesjid, baitul baroqah, pusat keberkahan, sentral keberkahan. Berkah artinya kebaikan, berkah artinya manfaat, berkah artinya kesuksesan. Maka siapapun yang ingin hidup bermanfaat, ingin kebaikkan, ingin sukses dunia akhirat jangan tinggalkan baitullah, rumah Allah, rumah berkah.
Apalagi pada saat adzan berkumandang, maka disitulah terlihat mana yang bukan beriman karena jelas adzan merupakan panggilan untuk orang beriman terlihat jelas “Allahuakbar Allahuakbar” Allah maha besar Allah maha besar, terlihatlah disitu mana yang besarkan Allah, mana yang beasarkan dunia. Yang besarkan Allah serta-merta memenuhi panggilan adzan, dan yang dipanggil itu merupakan orang yang bersyahadat “asyhaduallah illaha illalah asyhadu ana muhamadarasullulah” yang bersaksi itu hanya Allah dan yang bersaksi itu nabi Allah nabi Muhammad SAW. “hayaalal sallah” ayo salat, mari salat, “hayaalal falla”, mari kita menuju kemenangan, kesuksesan, maka mereka yang serta-merta memenuhi panggilan Allah akan meraih kemenangan, kedamaian, kebahagiaan, dan kesuksesan segeralah penuhi panggilan Allah SWT.
Benar-benar dapat diihat orang-orang yang shubuh ke mesjid bukan sembarang orang lagi. Memang kita sering mendengar adzan tetapi berat rasanya kita untuk melangkahkan kaki kita ke mesjid, maka Rasullulah SAW. mengingatkan kepada kita “seandainya manusia mengetahui betapa besarnya apa yang akan mereka perolehdalam salat isya dan salat shubuh berjama’ah di mesjid, niscaya mereka akan mendatanginya walau dengan merangkak”. Ada seorang ma’mum yang buta meminta dispensi keringanan kepada rasullulah SAW. ia berkata “ya, rasul saya buta, bolehkah saya slat dirumah”, rasul menjawab “hai ma’mum apakah engkau mendengar adzan”, ma’mum menjawab “aku mendengarnya ya rasul, tapi”, rasul menjawab “tidak ada alasan bagimu untuk tidak ke mesjid, raihlah keberkahan itu”.
Kenapa negeri ini kehilangan keberkahan? Karena banyak mesjid di negeri ini tetapi seribu satu alasan kita meninggalkannya. Ingatkah engkau kata salah satu pakar umat yahudi bernama Sodaq yang mengukur kekuatan umat islam dengan asas ilmu politik mesjid, ia berkata “jika jama’ah shubuh umat islam tidak sebanyak jama’ah jum’at, maka kami bisa tidur dengan lelap, akan tetapi jika jama’ah shubuh umat islam sebanyak jama’ah jum’atnya, maka itu merupakan badai kebangkitan umat islam”. Subhanallah kapan ini terjadi? Kalau kita bertanya kapan kebangkitan umat islam, kembali lagi kita bertanya kapan umat islam indonesia mulai memakmurkan mesjid. Oleh karena itu, mari kita makmurkan mesjid, maka mesjid akan memakmurkan kita, menghidupkan kita, karena mesjid adalah baitullah. Betapa indahnya pergi ke mesjid bukan hanya pada waktu salat tetapi juga pada waktu menanti adzan, berbondong-bondong ke mesjid, dan saling bersilaturahim. Jadi sekali lagi, mari kita salat berjama’ah di mesjid. Apalagi di bulan ramadhan yang suci lagi mubaroqah ini yang penuh dengan rahmat, berkah yang berlimpah, serta ampunan dari Allah SWT. Jangan tunda lagi, berniatlah dari sekarang, semoga Allah memberikan hidayah-Nya.
Demikianlah apa yang dapat saya sampaikan, adapun baiknya itu datangnya dari Allah SWT. dan buruknya itu datang dari diri saya sendiri. Subhanakallahuma wabihamdik asyhadualla ila hailaanta astaghfiruka watubuilaik. Wabillahi taufiq walhidayah. Wassalamu alaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar